oleh Marhento | Feb 13, 2016 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Kesehatan, Meditasi, Pengembangan Diri
Sering kita mengalami kemarahan. Tetapi pernah kah kita merenung, apakah yang disebut kemarahan dan bisakah kita mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat? Mari kita renungkan. Ketika suatu harapan tidak terpenuhi, kita kecewa. Jika kekecewaan itu terjadi pada...
oleh Marhento | Jan 29, 2016 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Kesehatan, Meditasi, Pengembangan Diri
Banyak teori tentang kemanunggalan. Manunggaling kawulo-gusti. Seakan seseorang yang sudah bisa atau mencapai tahap manunggaling-kawulo gusti sudah hebat. Boleh saja dikatakan hebat, tetapi hebat yang bagaimana? Apakah ketika seseorang bisa mengangkat beban sekian ton...
oleh Marhento | Jan 28, 2016 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Kesehatan, Meditasi
Melayani manusia berarti hanya manusia yang dilayani. Mereka yang melayani umat manusia. Apalagi jika didefinisikan lebih sempit, umat manusia yang sama keyakinan atau kepercayaannya, lebih parah lagi. Inilah sebabnya dalam sila ke dua dalam Pancasila disebutkan...
oleh Marhento | Jan 26, 2016 | Ayur Hypnotherapy, Inspirasi, Kesehatan, Meditasi, Pengembangan Diri
Ada suatu cerita menarik dari pulau Samoa. Pulau Samoa terletak di wilayah kutub utara. Suatu pulau kecil bertetangga dengan New Zealand, Selandia Baru. Di pulau kecil ini ada tradisi menarik. Pelarangan penebangan pohon sangat ketat. Yang boleh ditebang adalah...
oleh Marhento | Jan 1, 2016 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Kesehatan, Meditasi, Pengembangan Diri
Ya, itulah yang seharusnya dilakukan. Ketika ada seorang pun yang mengaku Tuhan di luar diri, wajib hukumnya di bunuh. Mengapa demikian? Karena tidak satupun manusia tahu tentang Tuhan. So, dapat dipastikan bahwa jika ada Tuhan yang bisa disembah mesti dimusnahkan....
oleh Marhento | Des 20, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Kesehatan, Meditasi, Pengembangan Diri
Menikmati hasil persembahan berarti, berbagi dulu. Berbagi berkah, berbagi rezeki, berbagi cinta kasih, berbagi makanan, berbagi keceriaan – setelah itu, barulah hidup kita menjadi nikmat. Para ahli psikologi, para Neuroscientist, para ilmuwan kontemporer...